5 Rumah Terancam Tanah Longsor di Battang Barat Palopo, 64 KK di RT 01 dan 02 Terisolir

  • Whatsapp

PALOPO. Tanah longsor di RT 03 / RW 02 Kelurahan Battang Barat Barat Kecamatan Wara Barat KM.23 Jalan poros Palopo-Toraja terjadi sekira pukul 15.25 Wita, Jumat 26/06/2020.

Petrus (50) alias Bapak Andes ketua RT 03 mengatakan, ada tiga titik rawan longsor yang berada di wilayahnya.

Bacaan Lainnya

” Kejadiannya tadi sore sekira pukul 15.25 Wita, 9 rumah warga yang terbawa tanah longsor, dan masih ada sekitar 5 rumah lagi yang terancam,” kata Petrus kepada celebestimes.id sekira pukul 19.00 Wita, Jumat 26/06/2020.

Menurut Petrus, sejak sore tadi pukul 15.24 Wita hingga pukul 19.00 Wita malam ini Jumat 26/06/2020, suara gemuruh tanah longsor masih terdengar.

Dampak tanah longsor di KM 23/24, sekitar 8 tiang listrik rebah, arus lalulintas terputus total, 25 roda empat (mobil) terjabak longsor, 2 unit mobil pengangkut tabung Gas LPG 3 Kg, 5 unit mobil Pick Up membawa hewan ternak babi, mobil angkutan umum bus 3 unit, 15 unit mobil penumpang dan pribadi.

“Kami yang dari Palopo mau ke Toraja dan terjebak, karena tanah longsor di Km 23/24 menutup badan jalan di KM 21,” ujar Matius Rega (38) sopir penumpang Toraja.

Beruntung dalam peristiwa tanah longsor tersebut, tidak ada korban jiwa. Ketua RT 03/RW02 Petrus (50) alias bapak Andes menyebutkan 9 nama pemilik rumah yang terbawa tanah longsor.

1. Bapak Hanna (KM 23)
2. Bapak Tiara (KM 23)
3. Bapak Dede (KM 23)
4. Anima (KM 23)
5. Bapak Eva (KM 23)
6. Bapak Marni (KM 23)
7. Pak Mallang Paledang (KM 23)
8. Tante Lilin (KM 23)
9. Sahina (KM21) rumah kosong yang ditinggal oleh pemiliknya ke Wasponda Malili, Luwu Timur.

Kemudian ada 5 rumah warga yang terancam akan terkena tanah longsor.

1. Pak Apong (KM 23)
2. Bapak Ecce (KM 23)
3. Mama Rudi (KM 23)
4. Mama Endang (KM 23)
5.Mama Acci (KM 23)

Rumah warga yang terisolir akibat dampak tanah longsor sebanyak 64 Kepala Keluarga (KK). Untuk di RT 01 sebanyak 19 unit, 27 KK, 109 jiwa, kemudian di RT 02 sebanyak 23 rumah, 37 KK dan 138 jiwa.

(Awi/Yasri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *