Celebestimes.id, Makassar – Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap isu-isu ekonomi, seperti inflasi, sistem pembayaran digital, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), masih menjadi tantangan di Sulawesi Selatan. Kondisi ini dinilai berpengaruh terhadap kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi sehari-hari serta mendukung kemandirian ekonomi daerah.
Dalam konteks tersebut, Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menggelar pertemuan dengan insan media untuk memperkuat peran media dalam penyebaran informasi ekonomi kepada publik. Kegiatan yang dikemas dalam agenda silaturahmi itu mengusung tema “Satu Narasi Sejuta Literasi untuk Ekonomi Sulsel yang Mandiri”, Rabu, 14 Januari 2025.
Bank Indonesia menilai media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan ekonomi dan masyarakat. Informasi mengenai stabilitas sistem keuangan, pengendalian inflasi, hingga program pengembangan ekonomi daerah dinilai perlu disampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami agar berdampak nyata bagi publik.
Kepala Humas BI Sulsel, Aswin Gantina menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025 berjalan sangat kondusif dan positif, sejalan dengan dukungan pemerintah daerah serta kolaborasi berbagai pihak, termasuk media.
“Alhamdulillah, kegiatan perekonomian di Sulawesi selama 2025 sangat kondusif dan positif. Inflasi kita berada di angka 2,84 persen, masih di bawah nasional,” beber Aswin.
Ia menambahkan, untuk angka pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan, pihaknya masih menunggu rilis resmi, namun berharap capaian tersebut dapat lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Aswin menyampaikan bahwa literasi ekonomi merupakan fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Menurutnya, media berperan besar dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap isu-isu ekonomi yang sering kali bersifat teknis dan kompleks.
“Kolaborasi dengan media menjadi kunci agar pesan-pesan ekonomi dapat disampaikan secara sederhana dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Selain membahas peran media, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi terkait tantangan ekonomi terkini di Sulawesi Selatan. Sejumlah isu yang dibahas antara lain upaya menjaga stabilitas harga, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta penguatan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika ekonomi global.
Melalui sinergi antara Bank Indonesia dan media, diharapkan penyebaran informasi ekonomi tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga edukatif. Pendekatan ini dinilai penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam memahami kebijakan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing dan ketahanan ekonomi Sulawesi Selatan ke depan.(*)





