Berikan Edukasi, Jubir Satgas Covid-19 Palopo Hadir Sebagai Pembicara Dalam Dialog Publik

  • Whatsapp
(dr. Ishak Iskandar saat memberikan edukasi dan penjelasan terkait penanganan Covid-19 di Kota Palopo. Kamis, 9/9/2021 malam. Foto : Dedy Arianto)

PALOPO — Asisten III Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo, yang juga merupakan juru bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Palopo, dr Ishaq Iskandar hadir sebagai pembicara dalam dialog publik, dan memberikan edukasi, dalam acara launching Media Online Smartnews.co.id, di Delinoe Coffee, Jalan Mungkasa, Kota Palopo, sekira pukul 20.00 Wita. Kamis, 9/9/2021 malam.

Dalam dialog publik itu, dr. Ishak Iskandar mengatakan, bahwa, penanganan Covid-19, khususnya di Kota Palopo, membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, sehingga penanganannya dapat berjalan dengan baik, agar pandemi segera berakhir.

Bacaan Lainnya

“Saat ini Palopo menerapkan PPKM level 3, atau dengan status zona orange, dalam penanganannya, dibutuhkan peran dari semua pihak, yang juga pastinya dari informasi media, teman-teman wartawan, agar penanganannya berjalan dengan baik dan pandemi Covid-19 dapat segera berakhir,” katanya.

Menurut dr. Ishak Iskandar penerapan PPKM Level 3 ini, meliputi dengan pembatasan jam aktivitas sosial masyarakat, seperti rumah makan, cafee, rumah bernyanyi dan sejenisnya.

“Rumah Makan, cafee, rumah bernyanyi dan sejenisnya hanya dapat beroperasi hingga waktu yang ditentukan sampai pukul 21.00 Wita, namun untuk pesan antar dapat melayani sampai 24 jam, demikian juga pada apotik dapat beraktivitas 24 jam,” tuturnya.

Kemudian untuk pendidikan, sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang di ditandangani oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Palopo dan mengacu pada Peraturan Walikota (Perwal) Palopo Nomor 10 Tahun 2020 tentang pelaksanaan teknis kebiasaan hidup baru dalam kondisi pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar di sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan/pelatihan dilakukan secara daring atau online.

Selain jubir satgas Covid-19 ada dua pembicara lainnya, yakni, Wakil Ketua DPRD Palopo Irvan Majid, dan Apriyanto Nurdin selaku Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik.

Dalam penyampaiannya, Wakil Ketua DPRD Kota Palopo, Irvan Majid, mengungkapkan, di daerah kerap mengalami kendala dalam penanganan Covid-19, lantaran aturan dari pemerintah pusat sering kali berubah.

“Kita juga di DPRD kadang dibuat bingung selama pandemi covid-19 ini, itu dikarenakan, adanya perubahan-perubahan aturan atau kebijakan dari Pusat, meski begitu, dalam penanganan covid-19, pemerintah daerah mau tidak mau harus bisa siap dan sigap,” ungkapnya

“Terkait dengan anggaran penanganan covid-19 ini, telah dibahas di DPRD, dan berharap covid-19 ini dapat segera berakhir dan kita semua kembali dengan kehidupan normal seperti semula,” sambungnya.

Sementara itu, Apriyanto Nurdin selaku Pengamat Ekonomi dan Kebijakan Publik, memaparkan, bahwa dimasa pandemi covid-19, dengan penerapan PPKM Level 3, pemerintah diharapkan mengupayakan langkah-langkah strategis, dan inovasi baru untuk bertahan hidup serta dapat menekan meningkatkannya angka warga kurang mampu akibat terdampak pandemi covid-19

“Pemerintah harus mempunyai peta sosial ekonomi, dan melahirkan inovasi baru agar masyarakat dapat bertahan hidup, dan menekan angka warga kurang mampu dari dampak pandemi covid-19,” ujarnya.

Apri sapaan akrabnya, juga mengharapkan adanya langkah-langkah strategis dari pemerintah, dimasa pandemi ini tidak hanya berdampak pada krisis kesehatan, namun juga pada dunia pendidikan, dan juga pada keuangan ekonomi masyarakat, hingga banyak karyawan yang beralih profesi karena di rumahkan oleh perusahaan.

Untuk itu diperlukan upaya dan langkah-langkah strategis dalam menangani covid-19 di Kota Palopo, agar masyarakat dapat bertahan hidup, dan tidak terperngaruh untuk melakukan hal-hal yang berdampak pada kejahatan kriminal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *