Cegah Covid 19 Pergantian Tahun 2020-2021, di Malino Tidak Ada Pesta Perayaan

  • Whatsapp

Celebestimes.id– Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh warga masyarakat, baik lokal maupun dari luar daerah, Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa tidak ada pesta perayaan pergantian tahun 2020-2021.

Saat di konfirmasi Via WhatshApp, Selasa, 22 Desember 2020 Lurah Malino Husnul Khatimah Ardan, mengatakan jika pihaknya masih tetap berpatokan pada surat edaran yang ditanda tangani oleh Kapolsek Tinggimoncong, Iptu Hasan Fadhlyh Hermansyah.

Bacaan Lainnya

” Hingga saat ini kita masih berpatokan pada surat edaran,” katanya

Surat Edaran Polsek Tinggimoncong, Polres Gowa. Sumber Gambar : Lurah Malino,Tinggimoncong.Gowa.

Adapun point penting dari isi surat edaran tersebut yang bernomor. B/27/XII/2020/Sek Tinggimoncong, Tertanggal 22 Desember 2020, sebagai berikut :

1. Dasar,
a. UU No 2 tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

b. Perintah Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan perihal tidak ada pemberian izin dalam kegiatan perayaan tahun baru

C. Perintah Kapolres Gowa menindaklanjuti peruntah Kapolda Sulawesi Selatan perihal tidak ada pemberian izin perayaan tahun baru dimasa pandemi Covid 19.

2. Sehubungan dengan dasar tersebut diatas disampaikan kepada para pemilik usaha hotel, penginapan dan Cafe yang berada di Malino tidak diperkenankan untuk mengadakan acara perayaan pergantian tahun baru dengan menyiapkan dan menghadirkan alat hiburan dan sejenisnya yang berpotensi terjadinya kerumunan disalah satu titik, guna mencegah penyebaran Covid 19, yang masih tinggi dan tetap menerapkan protokol kesehatan, dan wajib menggunakan masker bagi pengunjung yang datang.

3. Apabila masih ditemukan kegiatan yang dimaksud diatas maka kami dari pihak aparat kepolisian tidak segan segan untuk membubarkan dan menindak tegas palanggar protokol kesehatan dan memberikan sangsi pidana sesuai : UU nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan dengan hukuman penjara paling lama 1 ( satu ) tahun dan atau denda 100 juta rupiah.

Penulis/editor : Dedy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *