Diduga Lontarkan Kata Mengandung Unsur Hinaan, Satu Peserta Unjuk Rasa di Palopo Diamankan

  • Whatsapp

Celebestimes.id–Aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa di depan Mako Polres Palopo sekira pukul 15.30 Wita,Selasa,20 Oktober 2020, sempat terjadi gesekan, namun itu tidak berlangsung lama, aparat kepolisian dapat meredamnya, dan orasi kembali dilanjutkan secara bergantian.

Terjadinya gesekan tersebut, berawal dari orasi dari salah satu mahasiswa yang diduga melontarkan kalimat yang tidak sewajarnya.

Bacaan Lainnya

 

Spontan aparat kepolisian kemudian mendekati mahasiswa tersebut dan mengamankannya, lantaran dinilai telah mencederai institusi Bhayangkara tersebut, dan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Pengunjuk rasa yang melontarkan kata yang dinilai mengandung unsur hinaan tersebut diketahui berinisial RF (21), dia diamankan guna dimintai keterangan terkait bahasa yang tdak sepantasnya dilontarkan di depan umum.

Kapolres Palopo AKBP. Alfian Nurnas, yang ditemui di kantornya mengatakan, jika peserta unjuk rasa itu diamankan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan untuk dimintai keterangannya, terkait dengan kalimat yang tidak wajar tersebut.

” Tadi ada insiden kecil, peserta pengunjuk rasa mengeluarkan kata yang tidak baik, kemudian kita lakukan rapit test, namun hasilnya non reaktif,” kata Kapolres Palopo. Selasa,20 Oktober 2020.

Terkait dengan aksi unjuk rasa pada 8 Oktober 2020 di Kantor DPRD Palopo, sejumlah anggota Kepolisian mengalami luka dan mendapatkan perawatan medis.

” Anggota yang luka, ada 9 orang dari beberapa Polsek termasuk dari Polres Palopo, alhamdulillah sudah membaik, namun satu Polwan hingga saat ini masih menjalani perawatan medis,” ujar Kapolres Palopo.

Sementara itu, pimpinan aksi unjuk rasa Deny Rahman menuntut kepada pihak kepolisian agar 1×24 jam untuk mengusut tuntas terduga pelaku, oknum polisi yang melakukan tindakan represif kepada mahasiswa.

” Aksi kami hari ini menuntuntut aparat kepolisian 1X 24 Jam untuk menindaklajuti oknum polisi yang melakukan tindakan represif kepada mahasiswa pada 8 Oktober 2020 di Kantor DPRD Palopo,” ungkap Deny Rahman

Ditambahkan Deny Rahman, bahwa mahasiswa yang diduga mengalami tindakan represif pada 8 Oktober 2020 di Kantor DPRD Palopo, yang diduga dilakukan oleh oknum Polisi, dari Kampus IAIN Plopo 8 orang, kemudian mahasiswa dari berbagai kampus 10 orang.

Laporan : Yasri
Fotografer : Yasri
Editor : Awi Celebes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *