Dr. Syamsul Rjial, Kasus Hutan Lindung Siguntu Palopo Jadi Perhatian Gubernur Sulsel

MAKASSAR—Setiap pelaksanaan kegiatan tentu ada aturan mainnya, ketika tidak memiliki izin, itu adalah suatu pelanggaran, hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Syamsul Rjial salah satu Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sulawesi Selatan (Sulsel), saat di konfirmasi sekira pukul 16.30 Wita, Minggu 30 Agustus 2020, terkait dengan aktivitas yang ada di Bukit Siguntu Kelurahan Latuppa Kecamatan Mungkajang Kota Palopo.

Menurut Dr. Syamsul Rijal, Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah telah menerima laporan full baket terkait dengan aktivitas yang ada di Bukit Siguntu Kota Palopo, dimana hal itu telah menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Provinsi ( Pemprov).

Bacaan Lainnya

LIHAT JUGA BERITA INI :

“ Saat menghadiri rapat paripurna DPRD Sulsel Kamis malam lalu (27/08/2020) Pak Gubernur sudah menyampaikan akan segera mengambil langkah-langkah penangannya, dan memerintahkan tim turun langsung ke Palopo mengumpulkan data terkait dengan aktivitas di Bukit Siguntu,” ujar Dr. Syamsul Rijal.

Selain itu Dr. Syamsul Rijal mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan Guberbnur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah akan segera berkoordinasi dengan Polda Sulsel dalam penanganan kasus Bukit Siguntu Kota Palopo.

“ Ini sangat direspon oleh Pak Gub, beliau tidak pernah main-main dengan hal seperti itu, satu pohon saja ditebang sudah sangat marah sekali, apalagi kalau merusak lingkungan. Dan kemungkinan beliau juga sudah koordinasi dengan Kapolda untuk mengusut tuntas hal seperti ini, dan biasanya juga beliau tiba-tiba berangkat, bisa saja menggunakan helikopter,’’ katanya

Dr. Syamsul Rjal juga mengajak semua pihak untuk dapat bersatu memerangi para penjahat lingkungan.

“ Sekiranya kita bersatulah dalam memerangi para pelaku kejahatan lingkungan,”tuturnya

Diketahui secara bersama, bahwa dampak yang ditimbulkan dari kerusakan hutan, dapat mempengaruhi perubahan iklim, terganggunya siklus air, serta dapat mengakibatkan terjadinya longsor, banjir dan erosi tanah. (Dedy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *