Klarifikasi Video Tersebar, Dandim 1403 Sawerigading Jelaskan Kronologi Kejadiannya

  • Whatsapp

PALOPO–Ramai diperbincangkan publik, sebuah video yang tersebar luas di jagad media sosial berbagai platform memperlihatkan oknum anggota Kompi C-721Makkasau memberikan sanksi push up kepada seorang pengendara lantaran diduga tidak memakai masker. Jumat (14/8/2020).

Dalam tayangan video berdurasi sekira 29 detik yang telah tersebar itu, terlihat oknum anggota Kompi C-721 Makkasau mengibaskan masker kepada seorang pengendara yang dihukum push up.

Bacaan Lainnya

Menanggapi video tersebut, Dandim 1403/Swg, letkol Inf Gunawan, meminta maaf mewakili oknum personel dari Yonif Infanteri 721/Makkasau itu.

“Saya selaku komandan kodim 1403 Sawerigading, meminta maaf atas sikap arogan personil TNI-AD dari Yonif 721 di video yang beredar, yang membuat ketidaknyamanan masyarakat Palopo khususnya,” tulis Dandim disalah satu group Whatsapp.

Dandim 1403 Sawerigading, Letkol Inf.Gunawan itu, juga menuliskan kronologis kejadian secara utuh.

“Untuk kejadian sebenarnya adalah, orang yg di push up tidak memakai masker, pengendara motor itu di stop anggota untuk diberikan masker, namun tidak mau berhenti dan jalan terus. Akhirnya di stop oleh anggota TNI-AD yang kedua, kemudian disanksi push up. Setelah orang tersebut sedang push up anggota TNI yang stop pertama mengahampiri dan mengibaskan masker ke helmnya,” terang Letkol.Inf.Gunawan

“Sekali lagi saya mohon maaf, bukan membela atau membenarkan anggota TNI tersebut, tapi itulah yang saya dapat dari saksi saksi,” jelasnya.

Dandim 1403 Sawerigading berharap kepada masyarakat, apabila ada yang mengetahui lebih jelas permasalahan tersebut, untuk sekiranya dapat disampaikan, sebagai bahan pelaporan ke instansi militer.

“Saya akui anggota TNI tersebut salah karena arogan. Akan tetapi apakah bapak bapak sadar betapa sulitnya menerapkan protokol kesehatan. Sudah 8 bulan imbauan memakai masker, tetapi sampai sekarang bisa dilihat sendiri,” paparnya.

“Semua orang pengen terhindar dari corona, tapi bagaimana caranya untuk menghindarinya..? Untuk oknum pelaku di video tersebut sudah ditangani oleh institusi militer. Itu adalah personil C Yonif 721. Mungkin lebih baik kalau kita sama sama memikirkan bagaimana cara menegakkan protokol kesehatan dibandingkan dengan yang lainnya. Terimakasih,” tutup Dandim dalam rilis klarifikasinya. (Awi Celebes)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *