Masa Pandemi Covid19, OJK Telah Selesaikan 427 Pengaduan Kebanyakan Terkait Perbankan

  • Whatsapp

Celebestimes.id — Pandemi Covid19 sangat dirasakan oleh masyarakat kelas menengah kebawah, pasalnya hingga saat aktivitas belum sepenuhnya dapat berjalan dengan normal, harus mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

Dengan adanya himbauan untuk selalu menjaga jarak dan menghindari kerumunan, tentunya menurunkan pendapatan, atau pemasukan berbagai jenis usaha, sehingga masyarakat banyak yang mengeluh setiap bulan ketika harus membayar kredit.

Bacaan Lainnya

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta hingga saat ini, telah menyelesaikan 427 pengaduan yang masuk ke kantor tersebut, itu sejak awal tahun 2020, yang dikutip dari antaranews.com,

“Sebetulnya kalau murni pengaduan ada 187 yang masuk dan sisanya bersifat menanyakan informasi tertentu, sejauh ini seluruhnya sudah kami selesaikan,” ungkap Kepala OJK Surakarta Eko Yunianto di Solo, Jawa Tengah, Senin,19 Oktober 2020.

Eko Yunianto menyebutkan dari seluruh pengaduan yang masuk ke OJK, jika dilihat berdasarkan kategori Industri Jasa Keuangan (IJK), pengaduan maupun informasi yang masuk kebanyakan terkait perbankan, yakni sebanyak 207 aduan, lembaga pembiayaan sebanyak 181 aduan, dan asuransi sebanyak 27 aduan.

“Kalau dari jenis produknya, yang paling banyak mengenai kredit, ada sebanyak 344 aduan yang terkait kredit ini,” tutur Eko, dilansir dari antaranews.com.

Ditambahkan Eko, terkait dengan kredit yang banyak diadukan di masa pandemi COVID-19, adalah beberapa nasabah merasa kesulitan untuk memperoleh fasilitas restrukturisasi kredit atau subsidi bunga.

“Contoh kredit pengajuan restrukturisasi, mereka menanyakan kenapa tidak lolos. Selanjutnya kami konfirmasi ke bank tersebut dan tindak lanjutnya, bank tersebut kemudian memanggil debitur bersangkutan untuk kemudian diberikan pemahaman terkait apa yang menyebabkan tidak lolos,” terangnya.

Selain itu, Eko juga menjelaskan mengenai langkah penyelesaian yang dilakukan oleh OJK bersifat terbatas, mengingat kewenangan OJK juga terbatas, termasuk dengan hal yang terkait aduan mengenai lembaga keuangan, baik itu perbankan, lembaga pembiayaan, maupun asuransi, karena dikembalikan kepada perusahaan masing-masing.

“Karena mereka kan punya aturan sendiri, OJK tidak bisa memaksa lembaga keuangan untuk melakukan langkah tertentu. Semuanya kembali ke kesepakatan antara lembaga keuangan dengan nasabah,” katanya.

Sedangkan mengenai aduan yang berhubungan dengan kantor pusat lembaga keuangan yang diadukan, dikatakannya, akan diserahkan ke Kantor OJK pusat untuk kemudian ditindaklanjuti di tingkat pusat.

antaranews.com | editor : rdk

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *