Menduga Lawan Tawuran, Pelaku Tebas Korban Dengan Parang

  • Whatsapp

PALOPO. Terduga pelaku penganiyaan yang menyebabkan orang meninggal dunia (MD) FF (26), berhasil di amankan oleh Unit Resmob Polres Palopo, di Jalan Batara Kelurahan Boting Kecamatan Wara, sekira pukul 14.00 Wita. Sabtu,27/06/2020.

Pria FF (26) ini diketahui beralamat di jalan Batara, dan merupakan salah satu mahasiswa dari Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Kota Palopo, Sulsel.

Bacaan Lainnya

Kasat Reskrim Polres Palopo AKP. Andi Aris Abubakar melalui Kasubag Humas Polres Palopo mengatakan, warga yang melaporkan kejadian tersebut, sebelumya sedang berada di rumahnya, kemudian didatang orang tidak dikenal (OTK) menyampaikan, korban Muh Imam Gasali alias Imam dianiaya dan dibawa ke RSU Bintang Laut (BL).

“Saksi yang melapor, sebelumnya sedang berada dirumahnya bersama keluarganya, kemudian datang orang, pemuda yang tidak di kenal (OTK) memberitahukan, kalau Muh Imam Gazali alias Imam telah dianiaya dan sedang berada di RSU Bintang Laut,” kata Kasubag Humas Polres Palopo. IPTU Edy Sulistiono.

“Mendapat informasi itu, saksi pelapor bersama keluarganya menuju ke RSU Bintang Laut, dan melihat korban sedang berbaring dirumah sakit. Berselang beberapa menit pihak rumah sakit mengatakan korban sudah meninggal dunia,” tambahnya.

Korban pemarangan yang meninggal dunia tersebut, bernama Muh Imam Gasali alias Imam (26) dan juga merupakan salah satu mahasiswa yang beralamat di Jalan Carede Kota Palopo.

Menurut Kasubag Humas Polres Palopo IPTU. Edy Sulistiono, terduga pelaku menganiaya dan memarangi korban lantaran mengira lawan tawurannya.

“Korban ini dianiaya, karena terduga pelaku melihat temannya sedang bergulat dengan korban. Kemudian terduga pelaku datang dan menganiaya, menebas korban menggunakan parang panjang, karena mengira korban ini adalag lawan tawurannya,” tutur IPTU. Edy Sulistiono.

Hasil introgasi aparat kepolisian, terduga pelaku mengakui perbuatannya, melakukan penganiayaan menggunakan sebilah parang yang mengenai bagian belakang korban.

” Setelah melakukan penganiayaan parang yang di gunakan oleh terduga pelaku ini di sembunyi dekat salah satu Sekolah Dasar (SD) yang tak jauh dari tempat kejadian,” tutup Kasubag Humas Polres Palopo.

Untuk proses hukum lebih lanjut, terduga pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polres Palopo, dimana pelaku dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun pidana penjara. (Rd/Es)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *