Menko PMK, Shalat Idul Adha Bersama Pengungsi Banjir Bandang 

  • Whatsapp

LUWU UTARA – Peringatan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah sungguh sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dimana pada pelaksanakannya harus menerapkan protokol kesehatan.

Pelaksanaan shalat Idul Adha dilaksanakan di halaman kantor bupati Luwu Utara, dimana yang menjadi Khatib adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Bacaan Lainnya

Muhadjir Effendy mengatakan bahwa esensi peringatan Hari Raya Idul Adha adalah sebuah pengorbanan untuk mengedepankan nyawa manusia sebagai hal yang paling utama.

“Kita tahu bagaimana Nabi Ibrahim ketika mengorbankan anaknya, Ismail, kemudian digantikan oleh Allah dengan seekor kambing. Itu menandakan betapa nyawa manusia sangat berharga. Untuk itu perlu kita patuhi protokol kesehatan, agar tetap menjaga dan tidak mengorbankan nyawa orang lain,” kata Menteri Menko PMK.

Protokol kesehatan adalah salah satu bentuk pengorbanan serta wujud nyata dari realitas untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Untuk memutus penyebaran Covid-19, maka dari itu gunakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan dan protokol kesehatan menjadi kunci pengendalian wabah Covid-19 sebelum ditemukannya vaksin,” tambahnya

Ia pun menjelaskan bahwa wabah Covid-19 hanya bisa diselesaikan melalui penemuan vaksin. Pemerintah saat ini sedang bekerja keras untuk mempercepat penanganan dan penemuan vaksin.

“Kalau sudah ditemukan vaksin, insya Allah kita akan terhindar dari Covid-19 ini dan kembali ke kehidupan yang biasanya,” jelas Muhadjir.

Diketahui, bahwa pelaksanaan salat Idul Adha yang diikuti oleh masyarakat umum, pengungsi, dan ASN Pemkab. Luwu Utara, Menko PMK menyerahkan satu ekor sapi untuk dikurbankan dan mengunjungi lokasi pengungsian warga terdampak bencana banjir bandang di Desa Kappuna dan Desa Radda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *