Terduga Pelaku Belum Tertangkap, IPDA A Akbar : Kapasitas Polsek Wara Terbatas

  • Whatsapp

Celebestimes.id– Lima orang terduga pelaku yang dilaporkan oleh korban dalam dugaan kasus penganiayaan yang terjadi sekira pukul 21.00 Wita, Rabu 2 Desember 2020 lalu, di Jalan Andi Djemma Kota Palopo, hingga kini belum tertangkap oleh aparat Kepolisian Polsek Wara.

Menjadi korban dalam dugaan kasus penganiayaan, atau aksi kekerasan di muka umum yang dialami oleh Adi Wijaya, telah melakukan pelaporan di Mapolsek Wara Polres Palopo, Sulsel, pada Rabu, 2/12/2020 yang diterima oleh Aiptu Yulianus.

Bacaan Lainnya

Saat di Konfirmasi via pesan singkat WhatshApp, Kamis, 17/12/2020 sekira pukul 14.55 Wita, Panit Reskrim Polsek Wara IPDA A.Akbar mengatakan, jika para terduga pelaku masih dalam pengejaran, lidik.

” Masih dalam pengejaran, sementara lidik, suruh sabar saja pak, Karena kapasitas anggota polsek juga terbatas, dan laporan banyak jadi suruh sabar dulu di tabe,” kata IPDA A.Akbar melalui pesan WhatshApp

Saat dipertanyakan, dugaan atau perkiraan versi aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Wara Polres Palopo, apakah terduga pelaku melarikan diri (kabur/buron) keluar provinsi atau hanya bersembunyi di wilayah Luwu Raya, IPDA A. Akbar menuturkan, tidak dapat memastikan, sebab menurutnya belum ada yang tertangkap.

“Kami belum bisa pastikan karena belum di amankan. Untuk terduga pelaku, terkait keterangan korban kurang lebih 5 orang,” tutur Panit Reskrim Polsek Wara, IPDA A.Akbar.

Sesuai rumusan Pasal 351 KUHP jo Pasal 170 KUHP, terduga pelaku terancam diatas 5 tahun pidana penjara.

Sekedar diketahui, aparat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam memberantas aksi kriminal dan mengungkap para terduga pelaku kejahatan, negara telah memberikan dukungan, serta suport dengan berbagai fasilitas.

Bahkan dalam memberantas aksi premanisme, Kapolri Jendral Idham Azis telah menegaskan, bahwa negara tidak boleh kalah dengan aksi premanisme.

“Kuncinya adalah negara tidak boleh kalah dengan preman,” kata Kapolri Jendral Idham Azis melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Senin, 22 Mei 2020, beberapa bulan lalu saat memberikan apresiasi kepada Kapolda Metro Jaya, usai menangkap Jhon Kei dkk atas dugaan kasus penyerangan di Jakarta Barat dan Kota Tangerang.

Penulis/Editor : Dedy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *