Terkait Surat Pemberhentian, Kuasa Hukum Anwar Sanusi Akan Kirim Somasi ke PWI Pusat

  • Whatsapp

Celebestimes.id–Hadi Soetrisno,SH selaku Kuasa Hukum M. Anwar Sanusi gelar konfrensi pers, terkait Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada M. Anwar Sanusi sebagai Sekretaris PWI dan annggota PWI Sulsel.

Konfrensi Pers tersebut di pimpin oleh Hadi Soetrisno, didampingi kliennya M. Anwar Sanusi, bersama Hasriyanto K. SH. dan Murdiono, SH, MH, yang turut dihadiri sejumlah insan pers di Warkop Kenangan, Jalan Pongtiku Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/12/2020) kemarin.

Hadi Soetrisno, SH, Kuasa Hukum dari M. Anwar Sanusi menyampaikan beberapa hal terkait pemberhentian kliennya, yang dianggapnya tidak sesuai prosedural dan tidak sesuai mekanisme organisasi PWI, serta akan mengirimkan somasi ke PWI Pusat.

Dalam kesempatan itu juga, M.Anwar Sanusi, mengungkapkan terkait surat pemberhentian terhadap dirinya, mengaku merasa tidak diperlakukan secara adil.

“Apa yang kami lakukan tidak sesuai isi surat, dan diuraikan bahwa kami melakukan pelanggaran PD (peraturan dasar), PRT (peraturan rumah tangga) PWI, dengan segala bukti dan argumentasi,” ungkapnya.

“Kalau konferensi Kabupaten PWI Sidrap – Enrekang itu tidak sah, supaya adil maka, ketua bidang organisasi PWI Sulsel, H. Mappiar dan Ketua PWI Sulsel, Agussalim Alwi Hamu selaku penanggungjawab organisasi harus pula dipecat, PWI Pusat jangan tebang pilih,” ujarnya.

M. Anwar Sanusi juga mengungkapkan, jika dirinya ingin membantah, bahwa bukti yang diperlihatkan tidak akurat.

“Saya tahu persis waktu itu, saya hadir bersama wakil ketua bidang organisasi, karena kami ditugaskan oleh ketua PWI Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengikuti pemilihan PWI Kabupaten Sidrap – Enrekang,” ungkap Anwar sapaan akrabnya.

“Jadi pada waktu itu saya diminta mendampingi, jadi lagi-lagi saya tidak pernah menjadi pimpinan sidang. Saya hanya mendampingi ketua panitia pada waktu itu,” tambanya.

Anwar berharap, mudah-mudahan dengan somasi yang akan dilayangkan ke PWI Pusat, bisa membuka hati, dan menguji fakta-fakta yang ada, untuk kemudian melakukan tindakan yang seadil adilnya, terhadap apa yang menimpa dirinya, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan.

Senada hal tersebut, Hadi Soetrisno mengungkapkan, pemecatan kepada saudara M. Anwar Sanusi selaku Sekretaris PWI Sulsel tersebut, tidak sesuai prosedural, dan tidak sesuai mekanisme organisasi yang ada pada PWI, di mana setiap anggota dan pengurus itu harus diberikan ruang dan kesempatan untuk pembelaan diri.

“Dalam hal ini, tentu saja di sinilah fungsi yang namanya dewan kehormatan, yang kemudian dewan kehormatan bersama pengurus PWI ini, memanggil orang yang ditengarai melanggar PD, PRT PWI untuk dimintai keterangannya untuk membela dirinya, apa sebenarnya yang dilanggar oleh yang bersangkutan,” terangnya.

Lanjut Hadi, kalau memang ada indikasi kuat, bahwa yang bersangkutan melanggar PD PRT organisasi maka itu yang harus dibawah ke sidang pleno organisasi. Menurut Hadi, sidang pleno adalah sidang luar biasa untuk disidangkan, apakah yang bersangkutan terbukti, atau tidak melakukan pelanggaran PD PRT organisasi.

“Dari situlah akan dilanjutkan dalam bentuk rekomendasi, yang kemudian oleh Ketua dan Sekretaris PWI nanti melayangkan surat ke pusat, biar nanti pusat yang mengevaluasi dan menverifikasi terkait rekomendasi tersebut, barulah orang itu diberhentikan sementara, atau diberhetikan seterusnya, tapi ini tidak dilakukan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Hadi, organisasi PWI bukan milik pribadi, akan tetapi milik bersama, organisasi PWI dikelola oleh pengurus dan anggota, maka kebijakan harus lahir dari aturan yang dibuat, yang telah disepakati dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga PWI, yang tidak membuat kebijakan seenaknya saja.

“Saya sebagai kuasa hukum dari klien saya M.Anwar Sanusi, maka tentu saja akan melakukan somasi ke PWI Pusat,” pungkasnya.

Penulis : Rls | Editor : Dedy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *