Unras Tolak UU Omnibus Law di Palopo, 4 Sepeda Motor di Bakar Massa

  • Whatsapp

PALOPO– Aksi unjuk rasa oleh mahasiswa di Kota Palopo, Sulsel, dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) yang tergabung dalam Aliansi Peduli Indonesia (API) di Kantor DPRD Palopo berujung ricuh.

(Kapolres Palopo AKBP. Alfian Nurnas, Dandim 1403 Sawerigading Letkol Inf. Gunawan, Danramil Wara Palopo Kapten Inf. Alex Makale dan Asisten II Pemkot Palopo Taufik, saat duduk dialog bersama mahasiswa agar aksi lempar batu dihentikan, dan mahasiswa yang ditahan di bebaskan. Foto : Dedy celebestimes.id.Kamis 08/10/2020)

Lemparan batu oleh massa aksi tidak lagi terelakkan, itu terjadi setelah dilakukan pertemuan antara mahasiswa dan angota DPRD Palopo di ruang musyawarah.

Bacaan Lainnya

Dalam pertemuan itu, mahasiswa diterima oleh Anggota DPRD Palopo Irvan Majid dan Robert Arelius Rante dari Fraksi Demokrat. Sayangnya dalam musyawarah tersebut tidak terjadi kesepakatan, hingga massa aksi dari Aliansi Peduli Indonesia (API) melemparkan batu kearah kantor DPRD Palopo.

Bukan hanya melempar batu, massa aksi juga membakar 4 unit sepeda motor, termasuk sepeda motor milik Polri, pos penjagaan Kantor DPRD Palopo, dan ruangan staf Kantor DPRD Palopo.

Untuk meredam aksi massa API yang melampar bantu kearah kantor DPRD Palopo, aparat Kepolisian dari Satuan Brimob melepaskan tembakan gas air mata kearah kerumunan massa aksi. Dan mengamankan sejumlah mahasiswa.

Diamankannya sejumlah mahasiswa membuat tensi aksi unjukrasa makin memanas, hujan batu ke arah Brimob yang bertahan di halaman kantor DPRD Palopo terus terjadi.

Sementara itu, Kapolres Palopo AKBP. Alfian Nurnas bersama Dandim 1403 Sawerigading yang didampingi oleh Danramil Kota Palopo Kapten Inf. Alex Makale mencoba melakukan pendekatan persuasif, untuk melakukan dialog agar aksi pelempran batu dapat dihentikan.

Setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh TNI-POLRI dan Asisten II Pemkot Palopo, massa aksi menerima untuk berdialog di tengah Lapangan Pancasila, hingga melahirkan kesepakatan dari kedua belah pihak.

” Kami akan menghentikan aksi ketika kawan kami yang di tahan dibebaskan sekarang juga,” tegas Wajenlap aksi Apet mewakili kawan-kawannya. Kamis, 8 Oktober 2020.

Mendengar permintaan mahasiswa tersebut, Kapolres Palopo AKBP. Alfian Nurnas, disaksikan oleh Asisten II Pemkot Palopo, Dandim 1403 Sawerigading, dan Danramil 1403-06 Wara Kota Palopo, sepakat juga menyetujui permintaan mahasiswa, dengan catatan aksi dihentikan.

” Jika ini disepakati, massa aksi unjuk rasa tidak lagi melakukan pelempran batu. Kita sepakat dan akan membebaskan adik-adik yang ditahan,” tutur Kapolres Palopo.

Dengan jaminan keamanan, perwakilan massa yang menjemput kawannya yang tertahan didalam mobil polisi dan diruangan wakil ketua II DPRD Palopo, mahasiswa dikawal ketat oleh Kasat Reskrim Polres Palopo AKP. Andi Aris Abu Bakar, dan mahasiswa tersebut semuanya dibebaskan.

Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan, TNI dan Polri masih berjaga-jaga di lokasi kantor DPRD Palopo.

Laporan : Anca
Fotografer : Yasri
Editor : Dedy Airyanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *