Makassar, Celebestimes.id –
Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan baru saja membuat gebrakan besar di Kota Makassar. Mereka resmi menggelar acara Training of Trainers (ToT) Konten Ekonomi dan Keuangan Syariah. Acara penting ini dilangsungkan secara megah di Baruga Phinisi, Kantor BI Sulsel.
Langkah berani ini diambil untuk merespons perubahan zaman yang sangat cepat. BI Sulsel sengaja menggandeng media dan konten kreator ternama sebagai mitra edukasi strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat literasi serta inklusi ekonomi syariah di masyarakat.
Ternyata, ada misi rahasia di balik pelaksanaan ToT yang berdurasi intensif ini. Kegiatan ini menjadi strategi edukasi lebih jauh untuk mengenalkan berbagai kebijakan Bank Indonesia. Masyarakat akan diajak mengintip kebijakan lain di luar moneter dan sistem pembayaran.
Deputi Direktur BI Sulsel, Aswin Gantina, memberikan pernyataan yang sangat mengejutkan. Beliau menyampaikan bahwa laju transformasi digital saat ini melesat semakin kencang. Hal ini mengubah total cara masyarakat dalam mengonsumsi informasi sehari-hari.
Ruang digital kini telah berubah menjadi sumber utama pengetahuan bagi publik. Fenomena ini juga berlaku untuk informasi seputar ekonomi dan keuangan syariah. BI menyadari perubahan drastis ini dan langsung mengambil tindakan nyata.
Bank Indonesia merespons tantangan zaman dengan strategi edukasi yang jauh lebih adaptif. Mereka kini memanfaatkan sistem omnichannel secara maksimal dalam menyebarkan informasi penting. Penulisan narasi juga dibuat lebih menarik dengan memerhatikan konteks keseluruhan.
Acara ini menjadi semakin berbobot dengan kehadiran seorang pakar papan atas. BI Sulsel menghadirkan ahli ekonomi dan keuangan syariah, Dr. Nasrullah Bin Sapa, Lc., MM. Beliau bertindak sebagai narasumber utama yang mengupas tuntas seluruh materi.
Melalui ToT ini, BI Sulsel mengajak seluruh peserta untuk bergerak bersama.
Mereka diminta mendukung penuh kampanye ekonomi dan keuangan syariah di media sosial. Targetnya adalah menciptakan perubahan nyata dalam perilaku ekonomi masyarakat luas.
Masyarakat diharapkan tidak sekadar paham mengenai produk dan prinsip syariah saja. Publik dituntut untuk langsung menerapkannya dalam aktivitas kehidupan sehari-hari mereka. Perubahan ini ditargetkan agar bersifat lebih inklusif, berkeadilan, dan tentu saja berkelanjutan.
Satu fakta mengejutkan, ToT ini adalah bagian dari Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026. BI Sulsel sebelumnya juga sukses menggelar Pekan Ekonomi Syariah (PESyar) Ramadan 2026. Ada juga Olimpiade Ekonomi dan Keuangan Syariah yang sudah dimulai sejak 8 Juni lalu.(*)





